Sebagai orang Islam, kami (saya dan keluarga) sepenuhnya memahami apa yang Islam atur tentang posisi wanita dalam keluarga. Bahwa anak perempuan itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab sang ayah, baik di dunia maupun akhirat. Saat anak perempuan tersebut menikah, maka tanggung jawab itu pindah ke suami.
Sebelum menikah, semua harus atas ijin orang tua. Orang tua adalah peringkat pertama dari daftar orang yang harus dibahagiakan. Setelah menikah, nomor satu bukan lagi orang tua tapi suami.
Itulah kenapa ibu selalu menekankan pada saya, betapa pentingnya memilih suami yang tepat. Kata ibu, pilih suami yang akan mengijinkanmu untuk menjenguk dan tetap membahagiakan orang tuamu.
Ini membuat saya selalu berpaling kepada alm bapak.
Bapak orang yang sangat berbakti pada orang tua. Kapan pun itu, kalau alm mbah telepon, bapak akan langsung membatalkan semua acara, rapat atau apapun itu untuk pulang ke rumah mbah. Tiap kami sekeluarga mau ke rumah mbah, pasti bapak akan membawa kami mampir ke rumah orang tua ibu. Menengok. Bapak, tidak hanya berbakti pada orang tuanya tapi juga sangat peduli terhadap orang tua ibu.
Bapak yang mendorong ibu untuk banyak beraktifitas. Pada dasarnya ibu memang aktif, dan dengan ijin bapak, aktifitas ibu jadi semakin banyak dan bermakna. Waktu awal pendirian Fakultas Kedokteran Gigi, banyak bapak melibatkan ibu (yang kemudian melibatkan banyak teman dokter ibu), mendorong ibu untuk ikut tes dosen, hingga akhirnya ibu kuliah lagi dan jadi seperti sekarang. Sangat sibuk, tapi jauh lebih menikmati pekerjaan beliau dibanding dulu saat bekerja penuh waktu di salah satu RS swasta.
Oh ya, bapak juga yang menghibur dan bahkan mendorong ibu untuk kuliah S3, saat ibu sedih karena ada teman ibu yang bilang “Ibu ga akan mampu kuliah lagi, mending ambil kursus.”
Bapak tidak pernah minta uang Ibu untuk nafkah keluarga. Bahkan bapak pernah menegur ibu yang berniat cari kerja tambahan karena masalah keuangan yang menghimpit keluarga kami. Kata bapak, itu tanggung jawab bapak untuk cari nafkah.
He helped mom to be the best version of herself. My amazing mom, has become way more amazing with dad beside her.
Dibalik kesuksesan pria, ada wanita solehah yang mendampingi. Di balik kemuliaan wanita, ada ridho suami yang menyertai. Karenanya, berhati-hatilah dalam memilih suami. Bukan sekadar perkara cinta atau fisik, namun juga menyangkut seluruh kehidupan dunia dan akhirat kita sebagai wanita.