Tidak terasa sudah tanggal 18 Ramadan aja! Lanjut dari blogpost minggu lalu, kali ini aku akan bercerita mengenai suasana Ramadan di Penang. Seperti yang sudah aku tulis, ini Ramadan pertamaku sebagai karyawan (bukan mahasiswa). Otomatis Ramadan tahun ini juga pengalaman pertamaku terjun di masyarakat. Tidak lagi tinggal di lingkungan kampus yang sangat nyaman (terutama karena kantin murah) dan cenderung homogen, tapi sekarang berbaur dengan masyarakat yang kelaparan sepulang kerja tapi harus pandai cari warung murah untuk makan xixixi.
Jarak antara apartemenku dengan kantor adalah sekitar 1.2km yang hampir setiap hari kulalui dengan berjalan kaki. Ya sekitar 14-17 menit kira-kira. Jadi setiap hari aku pasti akan menjumpai lalu lintas kota, pertokoan, masjid, apartemen, dan lain-lain. Kalau ada event di daerah itu juga besar kemungkinan aku akan tahu, karena aku kan lewat.
Nah jadi sejak hari pertama puasa lalu, sepanjang perjalanan apartemen-kantor ramai dengan penjual makanan. Mereka baru buka sore hari, mungkin sekitar pukul 4. Sepertinya memang ini khusus Ramadan, karena aku tidak pernah lihat ini di bulan sebelumnya. Sama persis dengan pasar Ramadan yang biasa dijumpai di Kuala Lumpur (KL).
Sepertinya juga, pasar Ramadan di dekat apartemenku ini cukup besar dibanding pasar yang lain. Bisa dilihat dari tempat yang lumayan luas dan banyaknya pengunjung yang datang. Kebanyakan dari mereka bawa mobil atau motor, jadi bahu jalan dipenuhi oleh motor dan mobil yang parkir.
![IMG_0363[1]](https://bibanabila.files.wordpress.com/2018/06/img_03631.jpg)
![IMG_0234[1]](https://bibanabila.files.wordpress.com/2018/06/img_02341.jpg)
![IMG_0369[1]](https://bibanabila.files.wordpress.com/2018/06/img_03691.jpg)
![IMG_0140[1]](https://bibanabila.files.wordpress.com/2018/06/img_01401.jpg)
![IMG_0311[1]](https://bibanabila.files.wordpress.com/2018/06/img_03111.jpg)
![IMG_0386[1]](https://bibanabila.files.wordpress.com/2018/06/img_03861.jpg)
![IMG_0307[1]](https://bibanabila.files.wordpress.com/2018/06/img_03071.jpg)
Harga makanan di pasar ini tidak jauh beda dengan harga di warung biasa. Malah sama aja dan kadang lebih murah. Beda dengan pasar Ramadan di KL yang sering mematok harga lebih mahal.
Walaupun baru buka sore hari, bukan berarti pasar ini berjualan sampai malam. Kalau sudah maghrib (7.30 petang), penjual mulai membereskan dagangan dan perlahan pasar tutup. Iya, cepet banget mereka tutup.
Lalu lintas selama Ramadan sih sama aja. Tetap macet di jam tertentu. Tapi sepertinya anak sekolah pulang lebih awal. Kebetulan aku juga selalu melewati sekolah dasar dan menengah (sekolah negeri), jadi aku lumayan ingat juga kapan anak-anak itu pulang sekolah (karena selalu rame banget dan macet). Biasanya pukul 6 sore itu puncaknya macet di depan sekolah. Tapi akhir-akhir ini pukul 6 sudah sepi, hanya ada beberapa anak yang menunggu dijemput.
Yang lucu sih di mall. Beberapa kali aku ke mall di waktu yang berbeda, dan sepanjang pengamatanku mall ini justru tidak terlalu ramai saat menjelang buka puasa. Aku pernah datang siang hari setelah dzuhur, itu penuh banget dan susah cari parkir. Malah cenderung mudah dapat tempat parkir mobil kalau kita datang pukul 6.30 sore atau lebih. Kemarin sekali berbuka di food court mall, dan walaupun tempat lumayan penuh tapi tidak padat. Masih bisa dapat meja (padahal udah mepet maghrib). Beda banget sama KLCC atau mall lain di KL yang super penuh sejak ashar sampai isya (terutama paling padat saat buka puasa/maghrib).