Kemarin ada teman yang curhat di medsos. Intinya dia memutuskan untuk mengurangi aktifitas di dunia maya karena ingin meluangkan waktu lebih banyak dengan orang-orang tersayang, daripada waktu habis hanya untuk memandangi layar. Sebenarnya dia bukan yang pertama sih. Sampai sekarang memang makin banyak berita negative tentang efek dari penggunaan medsos dan gadget secara berlebihan, yang didukung dengan segala penelitian ilmiah dari pakar. Bahkan kampanye anti medsos juga mulai bermunculan.
Which is good. Really good.
Aku juga merasa kalau sudah asyik main hape atau laptop, waktu bisa terbuang berjam-jam secara percuma. Tidak ada hal bermanfaat yang dihasilkan. Setelah solat maghrib aku buka hape untuk balas chat. Setelah balas chat, hape masih dipegang juga karena lanjut buka Instagram, twitter, facebook, dll. Tiba-tiba udah adzan isya. Atau tiba-tiba udah jam 10 malam dan belum solat isya karena keasyikan main hape.
Baiklah. Mari kita diet layar!
Screen/layar: HP, laptop, segala layar elektronik beserta apa yang terbawa di dalamnya termasuk medsos. Itu definisi yang kubuat (dan kugunakan juga dalam tulisan ini).
Kita seharusnya bercengkrama dengan keluarga atau orang yang tersayang, daripada menghabiskan waktu di depan layar sendiri. Iya sih sebagai anak kan memang harus sering-sering komunikasi dengan orang tua. Ya udah sekarang telepon rumah! Eh… mau telepon kan pakai hape ya. apalagi kalau beda negara jadi telepon pakai messenger.Internet. Jadi harus liatin screen dong?
Menuntut ilmu adalah wajib bagi muslim laki-laki dan perempuan. Terutama menuntut ilmu agama, karena itu bekal untuk menjalani hidup agar bisa bahagia di akhirat. Baiklah ayo dengarkan ceramah ustadz di Youtube atau Facebook! Eh… mau nonton ceramah juga pakai internet. Nontonnya di hape atau laptop. Screen lagi?
Aku harus produktif dalam menghabiskan waktu luang. Mumpung lagi free, harus ada tulisan yang dihasilkan! Buka laptop, mulai nulis, dan browsing untuk bahan pendukung tulisan…. YAH SCREEN LAGI. LAGI LAGI SCREEN.
JADI GIMANA DONG YAAAA

Mikir… Mikir… Mikir…
Kondisiku sekarang:
- Tinggal di Penang, memerlukan perjalanan kurang lebih satu hari untuk sampai ke Semarang.
- Tinggal di apartment, sharing dengan dua orang yang lebih sering di luar atau pulang ke kampung masing-masing. Sering banget sendirian di apartment kalau weekend.
- Kerja minimal 9 jam sehari, 5 hari dalam seminggu.
Dengan kondisi di atas, hiburanku di rumah hanyalah buku dan screen. I mean, gimana mau mengurangi gadget time demi orang tersayang kalau orang tersayang aja hanya bisa dihubungi pake gadget?
Hahaha
Ya kenapa ga keluar rumah aja? Iya aku selalu keluar rumah. Sering banget keluar jalan-jalan kalau weekend. I’ve explored a lot of places here. Tapi aku harus sadar dompet juga kan. And what about weekdays? Capek habis seharian kerja, mau keluar main udah ga ada tenaga. Ya istirahat di rumah. With no one to talk to.
Ternyata, screen itu salah satu alat produktifitasku. Selama digunakan dengan tepat.
Memang tiap orang hidup dalam kondisi yang berbeda. Jadi semua punya cara masing-masing untuk bisa dekat dengan orang tersayang dan produktif. Kalau aku lagi di rumah Semarang, justru jarang sekali berlama-lama dengan hape dan laptop. Tapi kalau sudah kembali merantau, memang screen adalah salah satu teman baik hahahaha.
Ya semoga intensitas penggunaan screen ini bisa membawaku kepada produktifitas tinggi dan menguntungkanku di akhirat nanti. Aamiin.