Belakangan ini kulihat perkembangan e-commerce dan startup di Indonesia sangat pesat ya. terutama startup yang menawarkan jasa seperti Gojek, Grab, atau Tumbas.in. Menurutku superb banget sih karena jasa yang mereka tawarkan sangat beragam. Dari jasa membelikan makanan hingga jasa bersih-bersih rumah. They make our life easier. Much easier.
Lalu ada juga E-Toll. Ada juga Traveloka. Ada juga Indomaret yang menerima pembayaran berbagai tagihan. Tidak perlu lagi jauh-jauh ke stasiun KAI untuk beli tiket kereta. Tak perlu lagi datang ke kantor Telkom hanya untuk membayar tagihan telepon bulanan. Semua bisa online, atau datangi saja convenient shop terdekat.
Nah bagaimana dengan Malaysia?
Sejauh ini selama aku tinggal di Kuala Lumpur dan Penang, banyak juga sih mencoba berbagai service. Berikut ini rangkuman hasil pengamatanku.
- Tidak ada Gojek atau Grab Bike di Malaysia.
Cuma ada Grab atau Uber. Orang sini lebih suka beli mobil (tiap keluarga minimal punya dua mobil) daripada motor. Kalaupun ada Grab Bike, ga yakin bakal laku juga sih. Gojek ini maksudnya ojeknya ya.
- Tapi ada Startup yang menjual pelayanan seperti Go-Send dan Go-Food.
Aku pernah dua kali mencoba Goget.my. Caranya agak beda dengan Gojek. Kita harus post dulu permintaan sekaligus penawaran fee. Setelah itu orang lain yang berminat akan menghubungi kita. Misalkan aku ingin minta tolong orang untuk beli makanan di warung yang jauhnya 10KM dari kantor. Aku akan post di Goget.my tentang permintaanku, lokasi, harga dan jumlah makanan serta biaya yang aku tawarkan. Setelah itu akan ada orang yang menghubungiku untuk membelikanku makanan. Masalahnya, kalau kita hanya menawarakan tariff murah ya engga ada yang mau ambil ‘kerjaan’ dari kita. Jadi tidak ada tariff standard dari Goget. Terserah kita aja mau negosiasi. Yang kutahu layanan seperti ini (Goget dan sejenisnya) kurang laku di sini, jarang kudengar ada teman yang pakai. Memang kalau dibandingkan, Gojek jauh lebih murah dan mudah.
- Ada penyedia jasa seperti Go-Mart.
Ada Food Panda dan beberapa aplikasi lain. Tapi lagi-lagi jarang kulihat teman-teman (terutama penduduk lokal) yang memakai aplikasi seperti ini. Biasanya kalau perlu delivery ya langsung aja telepon atau pesan online di web resmi restoran/supermarket. Pernah kucoba melihat-lihat situs HappyFresh, terbatas sekali barang yang mereka tawarkan. Supermarket pilihan mereka juga sedikit. Ongkos pengiriman pun mahal.
- Banyak sekali supermarket yang menyediakan jasa layanan antar (delivery service)
Aku sudah beberapa kali belanja online di Tesco. Memang sangat mudah dan biaya pengiriman juga murah. Contohnya kemarin aku belanja banyak (online) dan hanya membayar RM 3 untuk dikirim ke rumah. Padahal aku tinggal di apartment, dan Tesco mengantar sampai depan pintu rumah. Kalau aku belanja sendiri, berat bawa semua barang. Biaya transportasi bolak-balik juga sekitar RM 10 atau lebih. Ditambah lagi kita bisa memilih mau bayar di awal (online) atau bayar saat barang dikirim (Cash on Delivery/COD). Saat COD ini juga mereka membawa mesin EDM, jadi tinggal colok kartu debit. Tidak perlu cash.
- E-Commerce/Online Shop sangat menjamur
Zalora, Lazada, Fashion Valet, you name it. Bahkan Mango, H&M, Uniqlo, dan banyak brand ternama yang membuka online store. Memang sangat mudah berbelanja online di sini. Apalagi mereka bisa menjual barang impor yang dikirim langsung dari negeri aslinya tanpa harus terhalang pajak. Jadi harga lebih murah. Banyak e-commerce besar yang menjual kosmetik buatan luar negeri dengan harga jauh lebih murah dari toko resmi di sini, karena mereka mendatangkan kosmetik dari negara asal (tentu harga lebih murah).
- Bayar tagihan lewat e-banking
Belum ada (atau aku yang belum tau) toko seperti Indomaret yang menerima segala jenis pembayaran. Biasanya orang sini bayar lewat e-banking, ke kantor pos, atau datang langsung ke konter yang disediakan. Yes, masih agak ribet. Tapi kalau sudah biasa transaksi e-banking jadinya malah lebih mudah.
Yasss sekian dulu cerita hari ini tentang berbagai layanan di Malaysia. Ada kekurangan dan kelebihan. Dalam beberapa hal Indonesia lebih maju. Tapi dalam hal lain, Malaysia menawarkan cara yang lebih mudah. Tergantung pasar juga sih ya. cara belanja masyarakat modern di kedua negara ini sedikit berbeda, jadi wajar kalau pelaku bisnis menggunakan approach yang berbeda juga. Yang jelas, keduanya telah merangkul tekonologi dan itu sangat memudahkan konsumen.