Kali ini saya mau bercerita tentang tempat tinggal saya di Ube. Saya tinggal di apato (apartment) kecil, yang hanya muat untuk satu orang. Ini bukan dibuat-buat ya, tapi memang apato ini didesain sedemikian rupa untuk menjadi tempat tinggal untuk satu orang.
Mau dibilang kost, tapi ini jauh lebih bagus dari kost karena dilengkapi dengan dapur, toilet dan mesin cuci. Jadi memang lengkap untuk menjadi sebuah rumah, tapi ya ga cukup kalau mau ditempati suami istri atau keluarga.

Mau dibilang studio, apato saya ini tidak punya kamar. Tidurnya di atas menggunakan futon, betul-betul seperti yang biasa kita lihat di manga. Kalau yang saya perhatikan, beberapa single apato ada juga yang bentuknya seperti studio. Jadi ada satu ruangan untuk tidur gitu. Tapi kalau yang saya tempati ini ya rasanya bukan studio sih.



![IMG_20160405_122434[1].jpg](https://bibanabila.files.wordpress.com/2016/03/img_20160405_1224341.jpg)
Lalu bagaimana dengan biaya akomodasi di sini?
Untuk apato saya, harga sewa adalah 188,000 yen untuk 3 bulan, dan dibayar di awal. Itu sudah termasuk unlimited listrik, gas, air, dan LAN internet. Sebagai perbandingan, single apato teman saya berharga sewa sekitar 23,000 yen/bulan. Bentuknya studio, dan katanya sih memang segitu rata-rata harga sewa apato. Kalau kaikan (asrama kampus) harganya 11,000-25,000 yen tergantung jenis kamar yaitu single, couple atau family. Single room bentuknya seperti kamar kost di Indonesia dengan kamar mandi dalam, kompor, microwave, kulkas, ac, bed, lemari dan meja belajar. Couple room bentuk dan luasnya seperti studio dengan fasilitas dapur (kompor, kulkas, microwave), kamar mandi plus mesin cuci, satu kamar (lengkap dengan bed), dan meja-kursi untuk living room. Family room bahkan lebih besar lagi, kamarnya ada dua dan ada sofa di living room.
Berdasarkan keterangan teman-teman, tagihan untuk penggunaan normal listrik adalah 5000-10,000 yen/bulan. Tagihan (penggunaan normal) air adalah 5000 yen/ 2 bulan. Yang paling mahal adalah tagihan gas, yaitu bisa sampai 10,000 yen/bulan. Di Jepang, gas digunakan untuk memasak dan memanaskan air, dua kebutuhan yang mendasar terutama di saat musim dingin. Bahkan di awal Spring seperti sekarang, air disini masih sedingin es, saudara-saudara. Jadi mau ga mau memang harus pakai air panas.
Alhamdulillah Sensei dan pihak beasiswa mencarikan apato yang cukup mewah untuk saya. Mewah karena mahal, furniture bagus dan listrik+gas unlimited. Alhamdulillah saya tidak perlu memikirkan tagihan apapun selama disini, dan bebas untuk menggunakan air panas dan listrik. Alhamdulillah banget pokoknya!
Apato gitu berada di satu gedung besar begitukah?
ada yang gedung besar, tapi banyak juga yang hanya berupa bangunan 2-3 lantai. rumahku sendiri cuma 2 lantai, dan total 20 apato aja..keciiil
bib.. sama banget futonnya kayak punyaku waktu itu, sampe ke corak2nya.. >.<
jadi terinspirasi mau bikin tulisan juga haha
mia, jangan2 kamu juga di leo palace? kalau iya berarti emang persis lah kita hahaha. iya tulis dong, aku pingin denger nih cerita2 kamu selama di Yokohama 😀
iya bangett leopalace.. hahaha. yang luarnya strip2 putih-abu kan?
kyknya emg udh trkenal tuh budget apato. mayan enak sh sbnrnya. cuma tmpatku jauh dari eki mana2..
dan selama ini aku kirain kamu stay di dorm loh. kalo sokrith dimana?