Sebagai orang yang mager dan kadang introvert, seringnya aku berusaha browsing di internet untuk semua hal yang ingin kubeli atau kulakukan. Contohnya untuk urusan nikah. Sebelum akhirnya ke KUA, berhari-hari kuhabiskan untuk Googling persyaratan dan prosedur yang diperlukan. Ya biar aku ga perlu berkali-kali ke sana, karena aku malu. Malu yang ga penting sih. Untuk…
Memilih Suami
Sebagai orang Islam, kami (saya dan keluarga) sepenuhnya memahami apa yang Islam atur tentang posisi wanita dalam keluarga. Bahwa anak perempuan itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab sang ayah, baik di dunia maupun akhirat. Saat anak perempuan tersebut menikah, maka tanggung jawab itu pindah ke suami. Sebelum menikah, semua harus atas ijin orang tua. Orang tua…
Lamaran: This Means Bravery
It was a happy day. Aku melewatkan paruh pertama acara karena “disembunyikan” di kamar. Baru keluar setelah ada panggilan dari bulik (bibi/tante), dan disambut dengan pertanyaan “Yang ini orangnya?”. Pertanyaan yang bukan ditujukan untukku, tapi untuk pria yang melamarku. Karena terlalu malu, aku tidak berani melihat sekeliling. Di sudut mataku terlihat R mengangguk dengan senyuman….
Dunia Maya
Pada saat sedang browsing mengginakan laptop tadi saya tiba2 masuk ke akun Facebook. Terakhir masuk mungkin beberapa minggu yang lalu. Mungkin saja ada hal baru, atau kabar dari teman2. Saya pikir beberapa minggu itu sudah cukup lama, ternyata tidak ada yang berubah. Rasanya seperti baru saja masuk kemarin, karena isinya hampir sama seperti saat saya…
Yang Muda Yang Bersuara
Indonesia di masa sekarang sepertinya lebih “ramai” ya. Ramai dalam arti lebih banyak yang berpendapat (karena sudah reformasi), lebih bebas untuk beraktifitas, yang otomatis jadi kreatifitas rakyat lebih terlihat juga. Lebih istimewa lagi karena makin banyak anak muda yang muncul ke panggung. Panggung apa aja. Mulai dari bisnis, dakwah hingga politik. Pemuda, yang menurut UU…
Mikirin Urusan Orang
Mikirin Urusan Orang “ Si X abis hijrah, isi medsos ttg riba mulu. Sok banget kaya ga pernah nyicil di bank aja.” “Si A kalo ngepost ttg dakwah. Sok iye kaya ga punya dosa.” “Udah liat posting terbaru Y? Yang video liburan di Hong Kong itu. Gaya bgt si.” “Iya kemarin…
Setelah Hampir Setahun [3] – Membunuh Rasa Bosan
Lanjut cerita tentang setahun di Penang. Kan udah ngomongin kerja ya, jadi sekarang bahas tentang kehidupan di luar pekerjaan deh. Jadi hidupku ini lumayan simpel. Aku kan orang baru di Penang, jadi otomatis teman juga sedikit. Teman kantor yang ga deket juga (ada yang deket sih tapi ga semua karena aku ansos). Apartemen sewaanku hanya…
Setelah (hampir) Setahun [2]
Bahagia itu kita yang mengusahakan. Trimester kedua kupenuhi dengan berbagai macam aktifitas. Apapun yang kuharap akan menghilangkan kesepian. Apapun yang kuharap akan mengurangi keluhan hidupku. Dari rajin olahraga di gym, sampai kerja lembur setiap akhir pekan. Mumpung aku hidup sendiri dan ga ada kerjaan lain, sekalian aja kerja habis-habisan biar dapat tambahan pemasukan, sekaligus banyak…
Setelah (hampir) Setahun [1]
Pada tahun 2017, dengan ijin Allah aku memilih untuk bekerja sebagai karyawan di satu perusahaan multinasional yang terletak di Penang. Pilihanku ini muncul setelah aku melakukan berbagai pertimbangan dan diskusi dengan banyak pihak. Saat itu, aku punya beberapa alasan tersendiri untuk menjalani ini, walaupun sedikit melenceng dari cita-cita. Nah sekarang sudah hampir setahun aku bekerja….
Pembuatan Paspor di KJRI Penang
Jadi kemarin pas lagi mau naik pesawat balik ke Penang, ada teman buka-buka pasporku dan ternyataaaa 6 bulan lagi habis masa berlaku! Awalnya santai aja karena kurang pengetahuan ya. Dikira ga masalah. Eh ternyata bisa jadi masalah ya kalau nanti terbang keluar Malaysia. Padahal kan aku pasti akan pulang kampung untuk lebaran nanti. Terancam ga…