Well, karena bulan Januari-Februari saya sudah menghabiskan waktu untuk berkelana ke kota-kota yang jauh, jadi sekarang saatnya untuk mengunjungi tempat-tempat menarik di Yamaguchi Prefecture. Akhir pekan pertama di bulan Maret, yaitu tanggal 6 saya, Rith, Ben dan supervisor jalan-jalan ke Hagi. Karena harus menyelesaikan beberapa urusan, supervisor saya datang ke Ube dan tinggal selama 3 minggu. Jadi sensei meminta Ben untuk membawa beliau (termasuk kami, tentunya) berjalan-jalan. Alhamdulillah jadi ga usah ribet naik densha ya..huehehe
Hagi terletak di bagian utara Yamaguchi Prefecture, sekitar 63 km dari Ube. Perjalanan dengan mobil kami tempuh sekitar 1.5 jam, tanpa melewati tol berbayar. Sensei merekomendasikan alias menugaskan kami mengunjungi Hagi untuk melihat bunga Tsubaki/Camellia. Kata sensei, awal maret adalah masa mekar bunga Tsubaki jadi kami harus melihat kesana.
Mengikuti instruksi Sensei, tempat pertama yang kami kunjungi adalah The Kasayama Tsubaki Gunseirin. Surprise, disana lagi ada Tsubaki Matsuri. Kata SPV, Matsuri artinya exhibition atau pameran. Hooo…mungkin karena ada festival ini jadi Sensei mengirim kami kesini. Tapi begitu sampai disana, kami langsung disambut oleh hujan yang cukup deras. Hew. Kami akhirnya berteduh di sebuah pondok di tengah hutan Tsubaki. Setelah satu jam menunggu, baru kami tahu kalau ternyata panitia menyediakan payung dan jas hujan. Makin hewww….

Rupanya Kasayama ini adalah sebuah pulau yang ditanami pohon bunga Tsubaki. Wow. Menurut saya ini sesuatu yang mengagumkan. Bayangin aja, satu pulau didedikasikan untuk menjaga kelestarian bunga. Dan pulau ini memang isinya cuma hutan aja. Hutan bunga-bunga. Jadi bukan di desain sebagai taman bunga seperti di Nagasaki, atau taman bunga tulip di Belanda. Kalau kita datang kesini, kita memang akan masuk menjelajahi hutan Tsubaki.

Disini ada gardu pandang yang tidak terlalu tinggi, tapi cukup untuk melihat taman bunga dari atas.

Ada sekitar 25000 pohon Tsubaki tertanam disini, dan warnanya tidak hanya merah tapi ada putih dan hitam. Sayang sekali kami tidak bisa menjelajahi seluruh kawasan pulau karena derasnya hujan. Pengunjung pun tidak terlalu banyak. Rasanya kalau pas cuaca cerah, pasti pulau ini sangat ramai karena keindahan bunga Tsubaki ini memang masya Allah.


Tulisan ini dibuat sejak tahun lalu di Ube, Maret 2016