Enam jam perjalanan KUL-FUK tidak terasa lama, terutama karena itu perjalanan malam. Aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan tidur. Solat subuh sambil duduk. Alhamdulillah teman dudukku adalah seorang ibu dan anak perempuannya yang berusia sekitar 10 tahun. Mereka sangat ramah dan sedang tidur saat aku solat. Jadi tidak ada masalah.
Pesawat landing di Incheon pukul 7.30 pagi. Seperti biasa, aku menghabiskan waktu cukup lama di bandara sebelum akhirnya melewati imigrasi untuk berjalan-jalan di kota. Aku memang cenderung lamban kalau berada di tempat baru. Butuh waktu lebih lama buatku untuk melakukan area screening dan membuat keputusan. Aku juga perlu waktu lama untuk menyesuaikan aktifitas di tempat baru. Contohnya,washroom adalah tempat pertama yang kucari ketika tiba di bandara. Karena baru bangun, kan aku harus cuci muka dan sikat gigi. Sekalian dandan kalau perlu. Nah pas masuk washroom, aku pasti akan melihat sekeliling dulu. Mengira-ngira dimana aku akan beraktifitas dana pa saja yang akan kulakukan di sana. Setelahnya aku juga perlu waktu untuk meletakkan tas, mencoba kran air, dan segala macam. Lama deh pokoknya.
Sekedar cerita, semua washroom di Korea yang kudatangi selalu berukuran besar dan memiliki beberapa section. Paling tidak ada 2 section. Satu section berisi bilik-bilik toilet, dan ada section lain yang dipenuhi kaca besar. Biasanya perempuan akan mampir berdandan dulu di section kaca ini. Kalau di bandara Incheon ada tiga section: toilet, wastafel, dan kaca. Di tempat wastafel juga ada kaca, tapi lebih kecil dari section kaca. Bisa dibayangkan aku yang lamban ini dengan awkwardnya bolak –balik antara toilet (buang hajat), wastafel (cuci muka dan sikat gigi), dan kaca (membenahi kerudung dan pakai segala krim).
Selesai urusan kebersihan, aku segera menuju imigrasi. Waktu itu, semua yang punya visa Jepang dan sedang dalam perjalanan menuju atau keluar dari Jepang akan diberi visa transit selama 30 hari. Lumayan kan? Aku jadi tidak perlu susah-susah apply dua visa. Cukup memiliki visa Jepang, dan petugas pun memberiku stempel visa turis untuk 30 hari.
Sebelumnya aku sudah mencari informasi tentang transit tour yang disediakan oleh bandara Incheon. Tur ini gratis untuk pengunjung bandara Incheon yang sedang transit. Jadi setelah kita sampai di anjung kedatangan (arrival hall), bisa langsung mendatangi loket “Incheon Transit Tour”. Disana kita akan diminta menunjukkan paspor, boarding pass, lalu petugas akan memilihkan paket tur yang cocok untuk kita. Petugas akan menyesuaikan dengan lama transit, jadi tidak perlu khawatir akan ketinggalan pesawat. [bersambung]

