Ini adalah Ramadan kedua kami di kota Kyoto, dan rasanya jauh lebih berkualitas dibandingkan Ramadan sebelumnya. Apalagi kalau dibandingkan dengan Ramadan tahun lalu yang sangat amat sibuk.
Alhamdulillah, kami tinggal di kota besar dengan transportasi umum yang sangat memadai. Jadi, perjalanan pergi dan pulang kerja atau kuliah lebih cepat dan tidak terlalu melelahkan. Ini juga memudahkan kami untuk pergi ke masjid yang jaraknya hanya sekitar tiga kilometer dari rumah. Apalagi, rumah kami sekarang lumayan besar sehingga nyaman untuk beribadah dan makan bersama.
Faktor-faktor lain juga menjadi penunjang kenikmatan Ramadan tahun ini. Pertama, ia hadir di akhir musim dingin sekaligus awal musim semi. Subuh tidak terlalu awal (sekitar pukul lima pagi) dan durasi puasa tidak panjang (hanya 12-13 jam). Kedua, aku sudah melewati Doctoral Preliminary Screening. Jadi aku lebih banyak diam di rumah dan bisa menambah kuantitas ibadah. Baru dua ini saja sudah sangat signifikan, gimana kalau ditambah hal-hal lain seperti keberadaan orang tua dan jumlah masjid yang lebih banyak? It must be really nice.

Beberapa aktivitas kami di bulan Ramadan tahun ini:
- Hampir setiap akhir pekan, kami buka puasa di masjid. Masjid KCM, Masjid KMA, dan Masjid Shiga.
- Jadi panitia buka puasa di masjid KCM dan masjid Shiga.
- Jadi tuan rumah buka puasa bersama, walau cuma satu kali.
- Datang ke acara buka bersama di KJRI Osaka.
- Tiap minggu bisa belanja rempah-rempah Indonesia di Masjid KMA.
- Beribadah bersama suami di rumah.
- Jalan-jalan melihat Bunga Sakura dan sudah sampai rumah sebelum ashar. Now this is possible because we live in the city.


Jelas, kualitas dan kuantitas ibadah kami masih perlu ditingkatkan lagi, terutama karena sayangnya, tahun ini kami tidak ikut iktikaf. Tapi secara umum, puas dan bahagia banget selama Ramadan ini. Semoga amal ibadah kami diterima Allah, dan Allah pertemukan lagi dengan Ramadan tahun depan.

18 Maret 2026