Aku sudah melakukan dua kali sidang tesis, dan dua-duanya tidak berjalan dengan baik. Mau bilang gagal, tapi aku lulus. Tapi tidak bisa bilang berhasil juga. Malah meninggalkan sedikit trauma. Takut melakukan presentasi riset, karena takut tidak bisa menjawab pertanyaan penonton.
Ya rasa cemas itu muncul lagi beberapa hari ini, menjelang presentasi S-3 rutin. Presentasi ini sebetulnya hanya latihan dan belajar. Tidak ada penilaian apapun. Layaknya zemi (seminar) rutin. Tapi, memang semua orang di fakultas dapat undangan untuk hadir dan bertanya. Nah, di situ sumber kekhawatiranku. Terbayang lagi perasaan grogi, cemas, takut, hingga badan berkeringat dan suara bergetar. Ditambah rasa malu karena bicara tidak lancar, tidak tertata, dan sering blank. Hahahaha, lucu kalau diingat.
Karena merasa sering gagal dalam presentasi akademik, jadi aku melakukan hal-hal di luar kebiasaan. Yang dulunya bikin PPT slides semalam sebelum presentasi, kali ini 90% selesai seminggu sebelum hari H. Sebelumnya tidak menulis naskah karena sok merasa semua materi akan terucap dengan lancar, sekarang aku tulis dulu di Microsoft Word. Aku juga menyempatkan diri untuk latihan sebelum presentasi. Walaupun tidak sesempurna itu sih, soalnya aku baru selesai naskah beberapa jam sebelum maju. Latihan pun cuma dua kali setelah naskah selesai.
Ternyata usaha kecilku berdampak. Bicara lebih lancar dan percaya diri. Masih belepotan, tapi lebih baik dari sebelumnya. Sempat berhenti di tengah saat aku lelah karena mengeluarkan banyak energi (I was being energetic the whole session). Dan hampir tidak ada yang mengkritik dan mempertanyakan risetku??? Banyak yang menanggapi presentasiku, tapi semuanya adalah masukan untuk menambah nilai (value) riset. Bahkan profesor cuma memberi sedikit saran pada rencana riset ke depan. Wow!!
Mungkin faktor-faktornya adalah:
- Isi risetku sudah dipahami semua orang (di ruangan), karena memang riset-riset di GSE Ritsumeikan seringnya quantitative + econometrics banget. Karena sudah mengerti jadi tidak perlu banyak tanya kan?
- Kata teman: isi slides sangat jelas dan straightforward
- Mungkin hasil riset tidak bermasalah, jadi tidak ada yang dipertanyakan? Hahaha (semoga benar)
- PPT sudah mulai dibuat tiga minggu sebelum presentasi, jadi menjelang hari H aku lebih santai dan fokus pada draft revision (otomatis jadi lebih paham isi riset karena sedang menuliskannya)
- Aku paham risetku sendiri.
- Aku menulis naskah presentasi.
- Aku sempat latihan dua kali.
Yang perlu ditingkatkan:
- Isi presentasi: tambahkan theoretical framework yang jelas, jadi orang tidak bertanya-tanya
- Latihan presentasi minimal tiga kali. Biar ngomong lancar, tidak belibet, tidak mengulang-ulang satu kata, tidak salah grammar.
- Pemilihan kata yang tepat. Ada satu momen di mana aku bilang “Thankfully, my results are aligned with the existing literatures.” dan itu dikritik sama seorang senior, karena menurutnya riset itu lebih dari sekadar menyamakan hasil dengan riset terdahulu. Baiklah, siap.
- Naskah harus selesai ditulis dua hari sebelum hari H. Kalau naskah selesai di awal kan bisa dikoreksi diksinya sebelum mulai latihan. Ini bisa mengurangi resiko salah ucap.
- Sisanya masukan dari teman2 untuk isi riset. Bagus-bagus saran mereka, kog pada pintar2 banget sih?
Setelah presentasi, rasanya lega sekali. Ternyata hasilnya tidak seburuk yang kubayangkan. Ternyata aku cukup paham isi risetku. Ternyata risetku tidak jelek-jelek amat? Alhamdulillah ya Allah, dengan rahmatMu aku bisa terpikir untuk memperbaiki diri. Dengan izinMu aku bisa lebih paham dengan studiku. Dengan kebaikanMu aku tumbuh berkembang sampai titik ini.
Ditulis tanggal 7 Juni 2024