Pada saat sedang browsing mengginakan laptop tadi saya tiba2 masuk ke akun Facebook. Terakhir masuk mungkin beberapa minggu yang lalu. Mungkin saja ada hal baru, atau kabar dari teman2. Saya pikir beberapa minggu itu sudah cukup lama, ternyata tidak ada yang berubah. Rasanya seperti baru saja masuk kemarin, karena isinya hampir sama seperti saat saya keluar (logged out). Tidak tertarik untuk menelusuri lebih lama, saya segera keluar dan melanjutkan selancar ke website lain.
Aneh juga, karena dulunya saya sangat aktif di media ini. Sampai-sampai saya berusaha keras untuk menjauhkan diri dari sini. Mulai dari uninstall apps hingga account deactivation. Tapi sekarang, tak perlu bersusah payah pun saya sudah jarang masuk kesini. Sekalinya masuk, cepat sekali bosan. Apakah itu sebuah tanda baik?
Ini sudah terjadi juga pada beberapa media lain. Polanya mirip, dimulai dengan perkenalan, lalu sangat aktif (dalam sehari bisa sampai berjam-jam di media tersebut), berusaha menarik diri, sampai akhirnya hampir tidak pernah lagi masuk kesana.
Media sosial itu buat apa sih?
Saya pertahankan akun Facebook dengan tujuan menyambung ukhuwah. Sebagai perantau yang cukup sering berpindah tempat, saya berkenalan dengan teman2 dari berbagai daerah. Dari yang memang teman dekat, hingga kenalan yang hanya pernah bertemu sekali selama beberapa jam di konferensi. Walaupun mungkin jarang sekali bersapa langsung dengan mereka, tapi saya bisa tahu kabar dan tahu kemana saya bisa menghubungi mereka. Saya harap mereka pun begitu, bisa mencari saya di Facebook.
Lalu bagaimana dengan akun media sosial lain?
Entahlah. Sejauh ini saya masih nyaman dengan Instagram karena di sana saya bisa dengan mudah mengunggah hasil jepretan dan video iseng-iseng. Juga tempat saya membangun komunitas @bunkutubun. Twitter, tempat refreshing yang bisa membuat saya tertawa sekaligus serius. Satu lagi tentu saja WordPress, buku harian online yang sudah saya gunakan lebih dari 10 tahun.
Ada yang nyaman hidup tanpa media sosial. Ada yang nyaman dengan kehidupan ganda di dunia nyata sekaligus maya. Mungkin saya memang termasuk golongan kedua.
aku juga skrg merasa gitu dek, ini mau uninstall IG lagi utk kesekian kalinya. FB msh dipertahankan, blog juha. kl lg capek pikiran aku ngeblog. semacam penyegaran otak