Dokter memintaku untuk melakukan detailed scan. Apa itu? Aku juga bingung wkwkwk. Beliau tidak memberikan penjelasan lengkap, hanya berkata “Itu untuk melihat janin secara menyeluruh, sampai tulang-tulangnya.”
Aku tentu saja tidak puas dengan keterangan singkat beliau, jadi atas saran suami ya kuhubungi pihak klinik. Sekaligus menanyakan biaya. Sama saja, mereka cuma bilang “Detailed scan, harganya RM220.”
Apaan coba. Hahaha.
Ya sudah, aku telusuri sendiri di internet. Oh ternyata itu semacam scan di perut untuk mengecek kondisi janin. Scan seperti ini dianjurkan oleh mayoritas dokter di Malaysia, dan hanya bisa dilakukan pada usia kehamilan 22-25 minggu.
Masih belum puas, kutunjukkan hasil penelusuranku pada seorang dokter yang juga sahabatku di Semarang. Katanya, ini sebetulnya ya USG 2D seperti yang biasa kulakukan. Tapi evaluasinya lebih banyak dan menyeluruh, jadi wajar kalau lebih mahal.
Oke. Jadi hari Ahad pukul 8 pagi kami berdua sudah siap di klinik untuk melakukan tes. Minggu ini matahari terbit pukul 7 pagi, jadi bisa kebayang ya jam 8 pagi itu seperti jam 6.30 pagi di Semarang. Ngantuk!
Ya betul perkataan temanku. Prosesnya hampir sama persis dengan USG 2D, tapi kali ini di layar aku bisa melihat jelas sekali. Sampai tulangnya pun terlihat. Dokter yang memeriksa sibuk mengevaluasi dengan pencatatan oleh perawat, sementara aku dan suami memandangi layar dengan seksama. Takjub karena si bayi sudah sebesar itu. Di akhir scanning, mode diubah jadi 4D dan kami bahkan bisa melihat wajah bayi! Sayangnya bayi kami asyik menutupi wajahnya, jadi hanya setengah-setengah saja yang terlihat. Tetap bersyukur sih karena dia sehat dan berukuran normal. Soalnya suamiku khawatir karena aku masih lumayan kurus, hanya perutku yang buncit. Nyatanya baik-baik saja Alhamdulillah.
Si janin, yang terlihat di layar bahwa dia laki-laki, asyik menendang ke sana kemari selama pemeriksaan. Aktif banget sih nak, pagi-pagi gini?
Total masa pemeriksaan hanya sekitar 20 menit. Sebelum pulang aku sempat menimbang berat badan, 48kg. Alhamdulillah naik 2kg. Jujur saja, sekarang dalam hati aku sedikit berharap agar tidak mengalami kenaikan berat badan drastis agar tidak susah mengembalikan postur tubuh seperti semula. Alhamdulillah nafsu makan juga normal, tidak berlebihan dan tidak terlalu cepat lapar. Jadi aku tidak harus menahan lapar (kasian bayiku kalau aku tahan lapar, dia kan perlu asupan juga), tidak sulit untuk menjaga berat badan. Sejauh ini aku merasa aman karena bayiku aman. Kalau memang diperlukan, ya aku bersedia mengusahakan naik berat badan. Tapi semoga tidak seperti itu ya.